Breaking News

Peraturan Seleksi Masuk Sekolah Dasar

Penerimaan siswa baru sekolah dasar selengkapnya telah diatur dalam Permendikbud No.17 tahun 2017 tentang PPDB.

Tahun ajaran baru merupakan momentum penerimaan siswa baru sekolah dasar. Dalam proses penerimaan siswa baru tersebut, tidak jarang ada sekolah dasar yang memberlakukan tes membaca dan menulis sebagai salah satu syarat masuk. Lalu pertanyaannya, apakah tes membaca dan menulis untuk seleksi masuk sekolah dasar diperbolehkan? Jawabannya adalah tidak boleh.

Larangan tes membaca dan menulis untuk seleksi masuk sekolah dasar juga ditegaskan oleh Direktur Pembinaan Sekolah Dasar dari Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah, Wowon Hidayat. Menurutnya, setiap sekolah dasar diwajibkan menerima siswa baru tanpa seleksi apapun. Jika ada syarat untuk masuk sekolah dasar maka syarat tersebut hanya dua, yakni calon siswa sudah cukup umur dan rumahnya dekat dengan sekolah. Usia minimal bagi calon siswa untuk masuk sekolah dasar adalah tujuh tahun. Tidak hanya itu, sekolah juga tidak boleh mensyaratkan ijazah TK sebagai syarat masuk sekolah dasar.

Peraturan Seleksi Masuk Sekolah Dasar

Penerimaan siswa baru sekolah dasar selengkapnya telah diatur dalam Permendikbud No.17 tahun 2017 tentang PPDB. Adapun hal-hal yang berkaitan dengan penerimaan siswa baru sekolah dasar berdasarkan Permendikbud tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Pelaksanaan penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2017/2018 agar dioptimalkan berdasarkan peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 17 tahun 2017 tentang penerimaan peserta didik baru pada sekolah dasar atau bentuk lain yang sederajat.
  2. Ketentuan jumlah peserta didik dalam satu rombongan belajar dan jumlah rombongan belajar pada sekolah diberlakukan hanya untuk peserta didik baru pada kelas 1.
  3. Jika berdasarkan analisis kebutuhan, sekolah pada setiap provinsi/kabupaten/kota masih belum dapat menampung peserta didik yang tersedia sesuai dengan ketentuan zonasi, jumlah peserta didik dalam satu rombongan belajar, dan jumlah rombongan belajar pada sekolah, maka ketentuan sebagaimana dimaksud dalam angka 2 dapat dilaksanakan secara bertahap disesuaikan dengan kesiapan masing-masing provinsi/kabupaten/kota.
  4. Apabila sekolah telah melakukan penerimaan peserta didik baru sebelum terbitnya peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 17 tahun 2017, maka sekolah dapat terus melanjutkan proses penerimaan peserta didik baru sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan sebelum terbitnya peraturan menteri dimaksud.
  5. Guru dapat mendaftarkan anaknya sebagai calon peserta didik baru pada satuan pendidikan di tempat guru bertugas dengan alasan khusus.

Dengan adanya peraturan menteri tersebut diharapkan aturan mengenai syarat masuk sekolah dasar menjadi lebih jelas dan tidak ada lagi sekolah dasar yang memberlakukan tes membaca dan menulis sebagai syarat masuk. Tes membaca dan menulis untuk seleksi masuk sekolah dasar dianggap tidak tepat dan tidak sesuai dengan aturan dan juga fungsi sekolah dasar. Hal pertama yang diajarkan kepada siswa yang masuk sekolah dasar ialah penanaman karakter. Penanaman karakter dianggap sebagai pondasi penting agar nantinya siswa memiliki bekal selama mereka belajar. Setelah penenaman karakter barulah pembelajaran dilanjutkan pada proses membaca dan menulis. Apabila ada sekolah dasar yang memberlakukan tes membaca dan menulis sebagai syarat masuk maka sekolah tersebut dianggap tidak melaksanakan perannya dengan baik dalam mengajar dan juga membimbing siswa-siswanya.

Sumber :   rumahjuara.com